info@mikti.org / +62 812 8977 2256

Home » Berita » Tips Membuat Pitch Deck untuk Startup Tahap Awal

Tips Membuat Pitch Deck untuk Startup Tahap Awal

Bagi startup, proses pengembangan bisnis pada tahap awal sangatlah penting. Seperti peluncuran dan pengenalan produk atau jasa yang dipasarkan. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan startup yang sedang dirintis ialah dengan melakukan pitch deck, baik ke konsumen, investor dan pegiat startup lainnya. Nah, tapi apa sih pitch deck itu?   

Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang bisa menjelaskan gambaran umum tentang rencana bisnis startup kalian. Dengan bantuan file presentasi kalian bisa memperkenalkan produk dengan lebih mudah.

Tak hanya itu, pitch deck juga bisa berguna ketika kalian tengah bertemu dengan calon konsumen, perusahaan lain yang ingin diajak kerja sama, atau orang yang mau diajak menjadi co-founder.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat pitch deck, serta cara yang tepat untuk membuatnya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membuat Pitch Deck:

  1. Buat pitch deckyang terdiri atas 10 – 15 slide

Saat melihat sebuah pitch deckseorang investor sebenarnya hanya ingin melihat garis besar dari produk yang tengah kalian buat. Waktu mereka tidak banyak, kalian harus bisa memberikan gambaran yang jelas dalam waktu singkat. Untuk itu, slide yang kalian persiapkan pun tidak boleh terlalu panjang.

  1. Pahami segala hal yang kalian tulis di dalam pitch deck

Menurut Managing Partner Coffee Ventures Kevin Darmawan, VC ketika berhadapan dengan startup tahap awal biasanya tidak akan terlalu memikirkan akurasi data yang ditunjukkan para founder di dalam pitch deck. Mereka justru lebih ingin melihat bagaimana cara berpikir kalian dalam menemukan angka tersebut, dan bagaimana kalian menghubungkannya dengan bisnis kalian.

  1. Gunakan ukuran huruf yang mudah terbaca

Pitch deck bukanlah sebuah laporan atau skripsi yang akan dibaca kata per kata oleh sang investor. Mereka biasanya akan membaca sekilas untuk menghemat waktu, dan berusaha menangkap apa sebenarnya produk yang kalian kembangkan.

  1. Hindari penggunaan kata-kata yang rumit dan bertele-tele

Selain untuk menghemat waktu, langkah ini pun perlu kalian lakukan agar sang investor bisa mudah memahami produk yang tengah kalian kembangkan.

Contoh kalimat rumit: “Kami membuat sebuah perpaduan teknologi kecerdasan buatan dan blockchain di dunia perbankan.”

Contoh kalimat sederhana: “Produk kami memungkinkan orang yang tidak mempunyai rekening bank untuk bisa bertransaksi online.”

  1. Pelajari pitch deckdari perusahaan lain

Bagi founder yang baru pertama kali mendirikan startup, ada baiknya untuk mempelajari pitch deck yang buatan perusahaan lain, dan sukses mengantarkan pembuatnya mendapatkan pendanaan besar. Tidak perlu meniru seluruhnya, tapi cukup melihat cara mereka menampilkan data, lalu sesuaikan dengan kondisi startup kalian. Di bawah ini adalah Susunan pitch deck yang bisa kalian terapkan dalam membuat susunan pitch deck.

Susunan pitch deck

Kalian sebaiknya membagi pitch deck menjadi dua bagian, yaitu bagian utama yang hanya berisi sekitar sepuluh slide, serta data-data tambahan yang dimasukkan di belakang bagian utama sebagai lampiran (appendix). Slide utama; rangkuman, masalah, solusi, pemasaran produk, traksi, rencana ke depan. Slide tambahan; tim, competitor, pengelola uang, pemasaran, pengembangan produk, testimoni pengguna, data finansial, perhitungan unit ekonomi, perbandingan valuasi dengan perusahaan lain, dan mitra startegis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *