info@mikti.org / +62 812 8977 2256

Home » Berita » Pengembangan Startup Untuk Para Penyandang Disabilitas

Pengembangan Startup Untuk Para Penyandang Disabilitas

Bagi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Difabel atau disabilitas sendiri adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Namun, perlu kita ketahui bahwa difabel sudah dapat bekerja seperti halnya orang normal. Mereka juga mampu untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan bahkan bisa berprestasi. Jadi, bukan berarti difabel atau disabilitas tidak dapat bekerja.

Di era digital sekarang ini terdapat sosok inspiratif bernama Angkie Yudisti yang merupakan seorang tuna rungu. Angkie sendiri telah memiliki gelar master dalam bidang komunikasi. Berdasarkan pengalamannya dalam mencari pekerjaan sebagai seorang tuna rungu sangat sulit akhirnya Angkie terinspirasi untuk membantu para difabel dengan membentuk Thisable Enterprises.

Thisable Enterprises adalah sebuah perusahaan dengan misi sosial sejak tahun 2011 yang memberdayakan penyandang cacat atau disabilitas supaya mendapatkan akses pekerjaan yang layak dan mampu menjadi bagian dari perekonomian di Indonesia. Menurut Angkie sekitar 40% dari jumlah disabilitas tidak memiliki pekerjaan. Artinya, 8,73 juta difabel adalah pengangguran.

Salah satu cara yang dilakukan Angkie agar dapat mempertahankan startup nya adalah konsistensi dan kolaborasi. Angkie menekankan tugas pemimpin tidak hanya membangun bisnis, tetapi juga fokus kepada dampak sosial. Sehingga, ketika ada kesempatan, Thisable mampu menyesuaikan program untuk terus maju sebagai sebuah entitas usaha. Saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang siap menampung difabel yang sesuai dengan kebutuhan. Angkie mengatakan “Untuk vocational, perusahaan yang sudah bekerja sama ada perusahaan jasa online. Sedangkan untuk profesional adalah perusahaan perbankan.” Tidak sampai disitu saja, Angkie juga melatih para difabel ini untuk mengembangkan kelebihannya.

Angkie sudah berhasil merangkul sebanyak 2.800 penyandang dissabilitas dengan berbagai kekurangan masing-masing. Kini Thisable tengah menyiapkan aplikasi untuk para disabilitas. Karena masih banyak keluarga yang punya anggota lain yang difabel tidak mendapatkan informasi secara maksimal. Aplikasi Thisable sendiri sedang dalam tahap pengembangan

Dengan adanya pemberdayaan pada difabel kita dapat membantu perekonomian Indonesia. Selain itu,  kita bisa menghargai usaha serta keterampilan dari yang mereka miliki. Mulai sekarang kita kembangkan bisnis digital untuk para penyandang difabel dan disabilitas agar mereka juga bisa bekerja.
Source: www.wartaekonomi.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *