info@mikti.org / +62 812 8977 2256

Home » Berita » Memahami Istilah dan Memilih Model Revenue yang Tepat pada Bisnis Startup

Memahami Istilah dan Memilih Model Revenue yang Tepat pada Bisnis Startup

Bicara tentang memulai bisnis startup, ada beberapa hal atau istilah yang perlu dipelajari sebelum benar-benar terjun di bidang tersebut. Adapun beberapa istilah dan konsep bisnis yang perlu diketahui seperti revenue stream, revenue model dan business model.

  • Revenue stream dapat didefinisikan sebagai sumber utama bisnis dalam mendapatkan pemasukan. Kemudian revenue model diartikan sebagai sebuah cara yang ditempuh pelaku bisnis untuk mengelola arus pendapatan. Sedangkan business model merupakan berbagai aspek dalam bisnis yang di dalamnya termasuk revenue stream dan revenue model.

 

Setiap startup biasanya memiliki tantangan sendiri dalam menentukan model revenue atau pendapatan yang tepat. Apakah menggunakan model produk berbayar, freemium, atau gratis, hal ini dapat menentukan insentif seperti apa untuk arah startup dan bagaimana mengukur nilai kesuksesannya.

Pada umunya, model gratis ditemui pada produk yang melayani konsumen akhir, sedangkan model freemium dan premium/berbayar biasanya ditemui pada produk business-to-business (B2B). Ketiga model ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing tergantung model bisnis startup, konsumen, dan dana yang tersedia.

Bisa saja satu model revenue sangat cocok pada salah satu stratup, sementara model lain tidak sama sekali. Tidak sedikit startup yang melakukan pivot untuk menemukan model pendapatan yang tepat. Memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap model dapat membantu menentukan mana yang cocok untuk basis pengguna, sektor bisnis, dan saingan perusahaan.

Model premium atau berbayar adalah cara klasik untuk mendapatkan pendanaan atau uang. Biasanya dilakukan dengan cara menarik biaya dari tiap transaksi atau langganan bulanan. Model ini banyak digunakan oleh pasar Asia Tenggara (misal Grab, Foody, Topica) karena mempunyai banyak akses dana VC (Venture Capital).

Walaupun cukup solid, menurut Cong Thang Huynh selaku co-founder platform inovasi InnoLab Asia mengatakan, kelemahan model berbayar adalah harus mempunyai banyak modal untuk membangun ekosistem dan mengumpulkan data untuk memahami basis pelanggan dan berekspansi.

Biaya mengembangkan bisnis yang menggunakan model revenue berbayar terbilang tinggi. Tapi jika lifetime value pelanggan jauh lebih tinggi dibanding biaya per akuisisinya maka startup tersebut akan sukses dalam jangka panjang.

Model freemium adalah konsep yang banyak dilakukan startup B2B atau B2C karena pengguna bisa mendapatkan fitur dasar dari produk sebuah startup secara gratis dan punya pilihan untuk mengakses fungsi tambahan dengan berbayar biaya langganan. Hal ini diterapkan oleh Tokopedia dan HOOQ.

Kata gratis merupakan alat marketing yang sangat efektif, dan model freemium membuat perusahaan baru bisa menarik pengguna serta scaling dengan cepat tanpa harus mengeluarkan banyak biaya untuk iklan atau sales. Tapi model ini tidak untuk semua startup, karena model ini menarik pengguna karena layanan gratis dan produk belum tentu cocok dengan konsumen.

Selain itu model freemium bisa membuat perusahaan kehilangan fokus ke pengguna setia yang mau membayar. “Model revenue gratis dan freemium bisa jadi titik awal yang mudah jika dilakukan dalam skala kecil. Tetapi sulit dikembangkan agar bisa mendominasi pasar dan mempertahankan pangsa pasar yang besar,” kata Huynh.

Ketika perusahaan menerapkan model revenue gratis dan menyediakan produk secara gratis, pendapatannya bisa diperoleh dari iklan. Model ini biasanya digunakan oleh bisnis online dan aplikasi, seperti aplikasi chat dan telpon asal Cina WeChat.

Model ini efektif di produk yang melayani konsumen akhir dan bisa memiliki jutaan pengguna aktif. Tantangan startup dalam menggunakan model bisnis ini adalah mendapatkan pengguna dalam jumlah yang cukup besar agar bisa menarik pengiklan. Jadi, model gratis bukan merupakan model yang cocok untuk semua startup.

sumber: https://id.techinasia.com/memilih-model-bisnis-untuk-startup & https://dailysocial.id/post/mengenal-revenue-stream-dan-business-model

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *